Seolah-olah dia sudah gila.
-Sementara Munkar dan Nakir,
Berdiri dengan cemeti di tangan mereka.
-Munkar bertanya dengan bengisnya:
"Siapa dikau wahai pendosa?"
Dan Nakir di sebelahnya tertawa.
"Pendosa terhina!"
Pendosa diam;
"Apakah yang bisa aku katakan di sini,
Sementara aku hanya pendosa;
Apakah bisa aku berbicara di sini,
Sementara aku telah hilang suara?"
-Munkar dan Nakir terus tertawa,
Sementara Pendosa menangis hiba.
-Munkar bertanya lagi;
"Wahai fulan yang tak berguna,
Apakah kau akan terus menangis hiba?
Tangisanmu takkan pernah memadam api Neraka!!"
Nakir tertawa;
"Pendosa terhina!"
Pendosa diam;
"Apakah yang bisa aku katakan di sini,
Sementara aku hanya pendosa;
Apakah bisa aku berbicara di sini,
Sementara aku telah hilang suara?"
-Munkar dan Nakir menghayunkan cemeti mereka,
Lalu Pendosa menangis hiba.
No comments:
Post a Comment