-Air yang menyucikan,
Bisakah engkau mengerti hasratku?
-Aku takkan pernah bisa
Mengerti suara bahasamu.
-Engkau bagi aku
Ibarat Tuhan Maha Perkasa;
Menyucikan dan mengakis
Segala di laluan
Tanpa banyak bicara
Engkau terus senantiasa
Mengalir,
Persis sabarnya Tuhan
Yang menjadi wadahku
Meluahkan segala kata caci,
Yang menjadi doaku
Di kala rosaknya mimpi.
No comments:
Post a Comment