-Dia terkenang sekali lagi
Akan seorang wanita Nasrani.
-Wanita Nasrani yang matanya
Bagaikan lautan berdasar tiada.
-Wanita Nasrani yang suaranya
Melemaskan nafas sebak di dada.
-Wanita Nasrani yang rambutnya
Memabukkan jiwa yang kian bergelora.
-Dia terkenang wajah wanita itu.
Maka hatinya kian celaru.
-Wajah amarah wanita itu
Ketika lidahnya telah terpaku.
-Wajah amarah wanita itu
Ketika hatinya telah kelabu.
-Wajah amarah wanita itu
Ketika jiwanya terbagi seribu.
-Wajah amarah wanita itu
Ketika darahnya berderau laju.
-Dan dia berasa darahnya terhenti
Lalu dia sedarkan diri.
Wanita Nasrani tiada lagi.
Ilusi, ilusi, ilusi, ilusi.
-"Persetan engkau wanita Nasrani!"
"Persetan engkau sampai ku mati!"
"Demi Injilmu yang tidak ku percayai,
Persetan engkau sampai ku mati!"
-Dan matinya lelaki itu, tidak akan lama lagi.
No comments:
Post a Comment